CERITA NICKYTA

WELCOME TO MY BLOG

Senin, 09 Januari 2012

Jornal One Month Part II

26 Agustus 2011

Besok Bima akan mudik ke kampung halaman tepat di hari ulang tahunnya, jadi aku harus memberikan surprise yang telah kusiapkan hari ini. tapi, ternyata aku tidak bisa pergi karena ban motorku bocor, antara sedih dan bingung ku tekan tombol demi tombol hapeku untuk menelepon Mia. Ku katakan padanya aku tidak bisa pergi dan menyuruh Mia menjemput kue pesananku untuk Bima.
Pada malam hari kuterima SMS dari Bima.
" Makasih ya sayang atas surprisenya :) "

27 Agustus 2011
Bima berulang tahun hari ini dan aku mengucapkan HAPPY BIRTHDAY tepat pada pukul 12.00, tapi hari ini Bima juga on the way ke kampung halamannya. Malam takbiran sendirian, galau deh :D . Padahal kami sudah 10 hari pacaran, tapi belum pernah bertemu sekali pun. Entah apa yang membuatku begitu sayang kepada Bima. Mungkin aku begitu tertarik terhadap Bima menurut cerita-cerita Mia. Sudahlah, aku tidak memikirkannya. Yang penting dia juga sayang padaku :)

31 Agustus 2011
Sejauh ini hubunganku dengan Bima masih baik-baik saja. Memang ada beberapa godaan yang datang. Tapi aku bisa mengatasinya karena ingat betapa Bima juga sayang kepadaku. Beberapa kali kami sempat bertengkar karena masalah sepele. Tapi aku selalu mengalah karena Bima merupakan tipe yang emosian dan pencemburu. Namun kami bisa mengatasi semua itu.

04 September 2011
Hari ini akhirnya aku dan Bima ketemuan, walaupun di rumah Mia. Tapi sumpah senangnya bukan main. Dan aku juga sempat mikir yang enggak-enggak " BIMA BAKAL MUTUSIN AKU TEPAT SAAT ANNIVERSARRY 1 MONTH!!! ". Kata-kata itu terus terngiang di benakku. Mia dan Bima bercerita tentang masa-masa SMP mereka dan aku hanya mendengarkan, sempat terpikir juga, sebenarnya aku atau Mia pacarnya? Tapi langsung ku tepis lagu pikiran tersebut. Mia dan Bima sudah bersahabat sejak lama jadi wajar kaau mereka akrab. Yasudahlah, apapun yang terjadi aku pasrah.

09 September 2011
Innalillahi wainnalillahi raji'un. Nenekku telah berpulang kerahmatullah karena penyakit diabetes. Aku sedih. Tapi Bima memberikan semangat dan perhatian terhadapku dan juga keluargaku. Dia memang lelaki yang sempurna. Taou aku rasa, Bima mulai berubah, muali cuek terhadapku dan keadaanku. Yang perhatian terhadapku malah Vilan. Teman sekelas yang biasanya menjadi tempat curhatku. Dia yang membuatku tabah terhadap kematian nenek, dia yang membuatku mau makan di saat sakit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar